ㅤㅤㅤㅤKuil Kōmyōsha, berlokasi di salah satu distrik kota Kyoto, Nishikyo. Kuil ini adalah kebanggaan sekaligus pusat klan Yoshida dan dilindungi oleh Roh Kōzui, roh Cahaya Musim Panas.

ㅤㅤㅤㅤRoh itu sepakat untuk tinggal di kuil Kōmyōsha karena leluhur Yoshida terdahulu berhasil lolos dari sebuah Ujian Cahaya. Selain itu, roh itu sendiri menilai Klan Yoshida (di masa lampau) merupakan Klan yang punya nilai spiritualitas tinggi. Ia sangat menyenangi itu.

ㅤㅤㅤㅤSatu lagi buah dari perjanjian itu: Klan Yoshida akan diberkati dengan kelahiran orang-orang dengan “energi” melebihi rata-rata manusia—ya, penyihir-penyihir, untuk membantu roh Kōzui menunaikan tugasnya. Suara-suara mereka adalah perpanjangan lidah dari Roh Cahaya, dan roh itu sendiri hanya akan berkomunikasi lewat mereka yang terpilih itu.

ㅤㅤㅤㅤModern kini, klan Yoshida semakin besar, namun penyihir yang lahir dari mereka semakin sedikit jumlahnya walaupun klan mereka telah mengusahakan untuk selalu melangsungkan pernikahan dengan klan penyihir lain.

ㅤㅤㅤㅤKetiadaan penyihir ini membuat para pengurus petinggi kuil gelisah, sebab penyihir terakhir sekaligus orang nomor satu klan adalah Yoshida Sōjirō yang tengah terbaring sekarat. Ketiadaan penyihir ini juga membuat kuil perlahan ditinggalkan oleh orang-orang yang datang mencari jawaban atas segala masalah hidup mereka, sebab, tak ada lagi suara Kami yang biasanya membantu mereka.

ㅤㅤㅤㅤKetika Sōjirō mengembuskan napas terakhirnya, maka Yoshida Hayato——anak sulungnya yang lahir tanpa penyertaan sihir, resmi menjadi orang nomor satu klan itu. Ia penuh ambisi ingin mengembalikan klan Yoshida dan kuil Kōmyōsha ke masa kejayaannya, hingga ia sendiri mengundang bencana masuk dalam tatanan kuil roh cahaya itu. Sebuah perjanjian dengan kegelapan mengikatnya, sebuah perjanjian yang hanya bisa diketahui olehnya sendiri dan para penyihir.

ㅤㅤㅤㅤMeski merekah dari kegelapan, nyatanya usahanya berhasil. Setidaknya sampai saat narasi ini tertulis, orang-orang mengakui bahwa Hayato, si Gūji kuil Kōmyōsha, selalu punya jawaban yang dipercayai sebagai perpanjangan lidah dari Kōzui, sang Roh Cahaya.

ㅤㅤㅤㅤLalu, Yoshida Kyoka lahir. Mulanya, tak ada tanda-tanda bahwa ia adalah seorang penyihir. Hingga di usianya yang ketujuh, Kyoka kecil tak sengaja mengungkap apa yang Hayato coba kubur dalam-dalam.

ㅤㅤㅤㅤKala hati jumpa dengan tamak, Hayato yang semakin larut dalam gelapnya sendiri tak lagi percaya bahwa penyihir cahaya akan menjadi penyelamat Klan. Bahkan, ia tak lagi percaya dengan Roh Cahaya itu sendiri. Ia merasa ia lebih mampu, ia lebih kuat, dan bahkan lebih layak menjadi pelindung mutlak bagi semua orang di distrik Nishikyo, Kyoto.

ㅤㅤㅤㅤKehadiran Kyoka dibuat seolah ia tak lagi dibutuhkan. Tidak ada lagi yang peduli siapa penyihir di Klan Yoshida. Namun ternyata, kehadiran Kyoka menimbulkan retakan besar pada benteng kegelapan yang diam-diam Hayato bangun…. dan itu membuat Hayato ingin membunuh Kyoka lebih dari apapun.